Bekerja sebagai ABK kapal internasional membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan fisik. Sebelum berlayar, calon ABK perlu memahami jenis kapal, karakter pekerjaan, lingkungan kerja, hingga pola komunikasi dengan crew dari negara lain.
Hal ini menjadi semakin penting bagi calon ABK Indonesia yang mendapatkan kesempatan bekerja di kapal jaring dan kapal cumi Peru, khususnya kapal yang berbendera atau dioperasikan oleh perusahaan China. PT RNT Utama Indonesia sendiri mencatat bahwa kapal cumi Peru menjadi salah satu jenis kapal yang membutuhkan tenaga ABK Indonesia, termasuk untuk armada berbendera China.
Karena itu, persiapan sebelum berlayar sebaiknya tidak hanya berfokus pada koper dan dokumen. Kesiapan fisik, mental, komunikasi, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional juga harus dipersiapkan.
Apa Itu ABK Kapal Cumi Peru?
ABK kapal cumi Peru adalah Anak Buah Kapal asal Indonesia yang bekerja di kapal penangkap cumi-cumi atau squid fishing vessel yang beroperasi di kawasan perairan Samudera Pasifik dekat Peru, Amerika Selatan.
Istilah “kapal cumi Peru” tidak selalu berarti kapal tersebut merupakan kapal milik Peru. Dalam praktik industri perikanan jarak jauh, terdapat armada asing yang melakukan operasi penangkapan cumi di kawasan tersebut. PT RNT Utama Indonesia juga mencatat adanya kapal cumi Peru berbendera China dalam kebutuhan penempatan ABK.
Sementara itu, ABK atau Anak Buah Kapal merupakan pekerja yang menjalankan berbagai tugas operasional, perawatan, serta keselamatan di atas kapal sesuai posisi dan arahan dalam struktur kerja kapal.
Bagi calon ABK, memahami istilah dan karakter kapal sejak awal penting agar tidak memiliki gambaran yang keliru mengenai pekerjaan yang akan dijalankan.
Mengenal Karakter Pekerjaan di Kapal Jaring dan Cumi Peru
Kapal jaring dan kapal cumi memiliki aktivitas operasional yang membutuhkan stamina, koordinasi, dan kerja sama tim.
Pada kapal cumi, misalnya, aktivitas penangkapan dapat berlangsung sangat intens ketika kondisi penangkapan mendukung. PT RNT Utama Indonesia menjelaskan bahwa kapal cumi menggunakan lampu dengan intensitas tinggi dan kegiatan penangkapan banyak dilakukan pada malam hari, sehingga membutuhkan crew dengan stamina yang baik.
Karena itu, calon ABK harus memahami bahwa bekerja di kapal perikanan internasional tidak selalu memiliki ritme yang sama seperti pekerjaan di darat.

Dalam laporan ILO (International Labour Organization) mengenai kondisi pekerja migran di sektor perikanan dan pengolahan hasil laut Asia Tenggara, jam kerja panjang, risiko cedera, serta perlindungan upah dan kondisi kerja termasuk sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.
Namun, kondisi kerja aktual tentu dapat berbeda berdasarkan kapal, perusahaan, kontrak, jenis pekerjaan, musim penangkapan, dan situasi operasional.
Bekerja Bersama Crew China: Apa yang Perlu Dipahami?
Bagi ABK Indonesia yang baru pertama kali bekerja di kapal dengan crew atau operator China, perbedaan bahasa dan kebiasaan kerja dapat menjadi tantangan tersendiri. Hal pertama yang perlu dipahami adalah struktur komando di atas kapal.
ABK harus terbiasa menerima instruksi dari atasan sesuai struktur kerja yang berlaku dan menjalankan tugas berdasarkan prosedur kapal. Sikap profesional bukan berarti sekadar mengikuti semua hal tanpa memahami konteks, tetapi mampu mendengarkan instruksi, memastikan pekerjaan dipahami, dan bertanya jika ada hal yang belum jelas.
Jangan Takut Bertanya Ketika Instruksi Tidak Dipahami
Perbedaan bahasa bisa membuat komunikasi menjadi tantangan. Misalnya, seorang ABK mendapatkan instruksi dalam bahasa yang belum sepenuhnya dipahami. Dalam situasi seperti ini, jangan hanya mengangguk karena takut dianggap tidak mengerti.
Lebih baik memastikan kembali:
Dengar → pahami → konfirmasi → kerjakan.
Hal tersebut sangat penting terutama ketika instruksi berkaitan dengan peralatan kerja, aktivitas penangkapan, keselamatan, atau pekerjaan yang membutuhkan koordinasi beberapa crew.
Kemampuan komunikasi sederhana dan sikap terbuka untuk belajar akan membantu ABK beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda.
Apakah Budaya Kerja China Berbeda dengan Kapal Eropa?
Setiap kapal memiliki sistem kerja masing-masing. Karena itu, kurang tepat jika seluruh kapal China dianggap memiliki karakter yang sama, begitu juga dengan kapal Eropa.
Yang lebih penting bagi calon ABK adalah memahami bahwa cara komunikasi, struktur kerja, ritme operasional, dan kebiasaan crew dapat berbeda dari pengalaman sebelumnya.
Seorang ABK yang sebelumnya bekerja di kapal dengan crew Indonesia atau Eropa mungkin menemukan pola komunikasi yang berbeda ketika bekerja bersama crew China.
Daripada membandingkan mana yang lebih disiplin atau lebih baik, calon ABK sebaiknya mempersiapkan diri untuk:
- mengikuti aturan kapal;
- memahami struktur komando;
- menghargai perbedaan budaya;
- berkomunikasi secara profesional;
- menjaga kedisiplinan waktu;
- menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab;
- dan mampu beradaptasi dengan kebiasaan kerja yang baru.
Kemampuan beradaptasi inilah yang menjadi salah satu bekal penting untuk bekerja di kapal internasional.
Kesiapan Fisik Sangat Penting
Kapal perikanan membutuhkan crew yang memiliki kondisi fisik yang baik.
Aktivitas di laut dapat membutuhkan tenaga dan stamina, terutama ketika kegiatan penangkapan sedang berlangsung secara intensif.
Karena itu, calon ABK sebaiknya mulai mempersiapkan tubuh sebelum keberangkatan dengan:
- menjaga pola tidur;
- menjaga kebugaran;
- memperhatikan pola makan;
- mengikuti latihan fisik yang diberikan;
- dan memastikan kondisi kesehatan sesuai persyaratan pekerjaan.
PT RNT Utama Indonesia sendiri melakukan pembekalan dan latihan fisik sebagai bagian dari persiapan calon ABK sebelum bekerja di kapal.
Kesiapan Mental Tidak Kalah Penting
Selain fisik, mental juga harus dipersiapkan. Bekerja di kapal jaring atau kapal cumi Peru berarti berada jauh dari keluarga dalam waktu yang tidak singkat. ABK juga harus hidup dan bekerja bersama crew dalam ruang yang sama selama kontrak berlangsung.
Karena itu, calon ABK perlu memiliki kesiapan untuk jauh dari keluarga, menghadapi lingkungan baru, bekerja dalam tim, menerima arahan, menyelesaikan konflik secara profesional, dan menjaga fokus selama kontrak.
Jangan berangkat dengan bayangan bahwa bekerja di kapal hanya soal mendapatkan penghasilan. Pahami terlebih dahulu tanggung jawab, kondisi kerja, kontrak, dan lingkungan pekerjaan yang akan dihadapi.
Jangan Lupakan Dokumen dan Perlengkapan Pribadi
Persiapan praktis juga tetap penting. Sebelum berangkat, pastikan dokumen dan kebutuhan pribadi sudah dipersiapkan sesuai ketentuan penempatan, seperti:
- dokumen perjalanan;
- dokumen pelaut dan sertifikat yang dipersyaratkan;
- dokumen kesehatan;
- pakaian pribadi;
- perlengkapan mandi;
- obat pribadi jika diperlukan;
- serta perlengkapan lain yang diinformasikan oleh pihak terkait.
Jangan membawa barang secara berlebihan. Prioritaskan barang yang memang dibutuhkan selama berada di kapal.
Pentingnya Mengikuti Briefing dari Agency
Salah satu tahapan yang tidak boleh dianggap sepele adalah briefing sebelum keberangkatan. Melalui briefing, calon ABK dapat memperoleh informasi mengenai pekerjaan, perjalanan, lingkungan kerja, dokumen, aturan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memasuki kapal.
Bagi PT RNT Utama Indonesia, proses penempatan bukan hanya mengenai memberangkatkan crew. Prosesnya mencakup rekrutmen, seleksi, persiapan administrasi, pembekalan, koordinasi, hingga deployment sesuai kebutuhan mitra.
Hal ini penting agar calon ABK tidak berangkat tanpa memahami pekerjaan yang akan dijalankan.
Bekerja di Kapal Internasional Membutuhkan Profesionalisme
Pada akhirnya, bekerja di kapal jaring dan cumi Peru bersama crew China membutuhkan lebih dari sekadar tenaga. ABK perlu memiliki fisik yang siap, mental yang kuat, disiplin, kemampuan komunikasi, teamwork, serta kemauan untuk beradaptasi.
Perbedaan budaya kerja bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru, pengalaman bekerja bersama crew dari negara lain dapat menjadi bagian dari proses membangun pengalaman dan profesionalisme sebagai tenaga kerja maritim internasional.
Yang paling penting adalah memahami pekerjaan sejak awal, mengetahui hak dan kewajiban dalam kontrak, mengikuti prosedur keselamatan, serta menggunakan jalur rekrutmen dan penempatan yang resmi.
Siap Mempersiapkan Diri Menjadi ABK Kapal Internasional?
Bagi Anda yang ingin bekerja sebagai ABK kapal jaring, kapal cumi Peru, maupun kapal perikanan internasional lainnya, persiapkan diri mulai dari sekarang.
Lengkapi dokumen, jaga kondisi fisik, kuatkan mental, pelajari lingkungan kerja, dan ikuti setiap briefing yang diberikan sebelum keberangkatan.
PT RNT Utama Indonesia terus membuka peluang penempatan tenaga kerja maritim Indonesia ke kapal-kapal perikanan internasional, termasuk armada di China dan berbagai negara lainnya.
Pantau terus informasi lowongan ABK PT RNT Utama Indonesia, ikuti proses pendaftaran melalui jalur resmi, dan persiapkan diri untuk kesempatan bekerja di kapal internasional berikutnya.
Karena menjadi ABK profesional bukan hanya tentang siap berangkat, tetapi juga siap bekerja dan beradaptasi ketika sudah berada di tengah laut.






