Perbedaan Tugas ABK Kapal Jaring dan Kapal Cumi: Kenali Cara Kerjanya Sebelum Melamar

Perbedaan Tugas ABK Kapal Jaring dan Kapal Cumi: Kenali Cara Kerjanya Sebelum Melamar

Bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal perikanan internasional menawarkan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri maritim. Namun, sebelum melamar pekerjaan, calon ABK perlu memahami bahwa setiap jenis kapal memiliki metode penangkapan ikan, peralatan, dan pembagian tugas yang berbeda.

Dua jenis kapal yang sering dijumpai dalam industri perikanan adalah kapal jaring dan kapal cumi. Keduanya sama-sama beroperasi untuk menangkap hasil laut, tetapi aktivitas kerja di atas kapal dapat berbeda sesuai dengan metode penangkapan, jenis peralatan, serta kebutuhan operasional.

Memahami perbedaan kapal jaring dan kapal cumi dapat membantu calon ABK menentukan jenis pekerjaan yang ingin dipelajari dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja di laut. PT RNT Utama Indonesia mendorong calon awak kapal untuk mengenali tanggung jawab pekerjaan sebelum mengikuti proses rekrutmen dan penempatan.

1. Mengenal Kapal Jaring dan Kapal Cumi

Kapal jaring merupakan kapal perikanan yang menggunakan jaring sebagai alat utama untuk menangkap ikan. Jenis alat tangkap yang digunakan dapat berbeda-beda, seperti purse seine atau jaring lingkar, maupun metode lain sesuai karakteristik kapal dan target tangkapan.

Dalam operasi penangkapan, awak kapal membantu menyiapkan jaring, mengoperasikan peralatan penangkapan sesuai instruksi, menarik atau mengangkat jaring, serta menangani hasil tangkapan setelah ikan berhasil diperoleh.

Sementara itu, kapal cumi merupakan kapal yang secara khusus melakukan penangkapan cumi-cumi. Metode yang digunakan dapat melibatkan alat pancing khusus, jig, lampu penarik cumi, serta peralatan pendukung lainnya, bergantung pada sistem penangkapan yang diterapkan.

Pada kapal cumi tertentu, lampu digunakan untuk menarik cumi-cumi agar berkumpul di sekitar area penangkapan. Awak kapal kemudian membantu menjalankan proses penangkapan sesuai prosedur dan pembagian tugas di atas kapal.

Perlu dipahami bahwa konfigurasi peralatan dan metode kerja tidak selalu sama pada setiap kapal. Karena itu, calon ABK sebaiknya mempelajari jenis kapal dan sistem operasional yang digunakan oleh calon pemberi kerja.

2. Perbedaan Tugas ABK Kapal Jaring dan Kapal Cumi

Perbedaan utama antara kedua jenis kapal terletak pada kegiatan penangkapan dan peralatan yang digunakan. Hal ini memengaruhi tugas harian yang dilakukan oleh awak kapal.

Tugas ABK Kapal Jaring

Pada kapal jaring, pekerjaan ABK banyak berkaitan dengan persiapan, pengoperasian, dan penanganan alat tangkap berupa jaring.

Tugas yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menyiapkan dan memeriksa kondisi jaring sebelum operasi penangkapan.
  • Membantu proses penurunan dan penarikan jaring sesuai instruksi.
  • Mengoperasikan atau membantu penggunaan peralatan penangkapan sesuai kewenangan dan pelatihan.
  • Membantu mengumpulkan, menyortir, dan menangani hasil tangkapan.
  • Membersihkan serta merapikan jaring dan area kerja setelah operasi.
  • Menjaga peralatan agar tetap siap digunakan untuk kegiatan berikutnya.

Dalam pekerjaan ini, ABK perlu memahami posisi kerja yang aman, cara menangani tali dan jaring, serta komunikasi dengan anggota tim. Jaring dan tali yang bergerak atau berada dalam kondisi tegang dapat menimbulkan risiko kecelakaan apabila tidak ditangani dengan benar.

Tugas ABK Kapal Cumi

Pada kapal cumi, pekerjaan ABK berhubungan dengan sistem penangkapan cumi-cumi yang digunakan oleh kapal. Aktivitasnya dapat meliputi pengoperasian alat pancing, penanganan peralatan, serta dukungan terhadap sistem pencahayaan apabila kapal menggunakan lampu penarik cumi.

Tugas ABK kapal cumi dapat mencakup:

  • Membantu menyiapkan alat penangkapan cumi sebelum operasi.
  • Memeriksa dan menata peralatan pancing atau jig sesuai instruksi.
  • Membantu menjalankan proses penangkapan berdasarkan metode yang digunakan.
  • Mendukung pengoperasian peralatan pencahayaan jika termasuk dalam tanggung jawabnya.
  • Mengumpulkan dan menangani cumi-cumi hasil tangkapan.
  • Membantu proses penyortiran, penyimpanan, dan menjaga kebersihan area kerja.

Pada kapal yang menggunakan lampu penarik cumi, aktivitas kerja dapat berlangsung pada malam hari atau mengikuti jadwal operasi kapal. Oleh karena itu, calon ABK perlu siap beradaptasi dengan pola kerja, jam istirahat, dan pembagian tugas yang ditetapkan oleh kapal.

3. Perbedaan Peralatan dan Lingkungan Kerja

Selain tugas utama, peralatan yang digunakan juga menjadi bagian penting dalam memahami perbedaan kapal jaring dan kapal cumi.

Aspek Kapal Jaring Kapal Cumi
Alat tangkap utama Jaring sesuai metode penangkapan Alat pancing cumi atau sistem penangkapan khusus
Peralatan pendukung Tali, winch, katrol, dan perlengkapan jaring Pancing, jig, lampu, dan peralatan pendukung sesuai sistem kapal
Aktivitas utama Menyiapkan, menurunkan, menarik, dan menangani jaring Menyiapkan alat pancing, melakukan penangkapan, dan menangani cumi
Penanganan hasil tangkapan Pengumpulan, penyortiran, dan penyimpanan ikan Pengumpulan, penyortiran, dan penyimpanan cumi
Pola kerja Mengikuti jadwal dan tahapan operasi penangkapan Dapat mengikuti jadwal penangkapan yang melibatkan operasi malam hari

Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Pembagian tugas yang sebenarnya dapat berbeda menurut ukuran kapal, teknologi yang digunakan, jenis alat tangkap, target tangkapan, dan kebijakan perusahaan.

4. Keterampilan yang Perlu Dipersiapkan Calon ABK

Walaupun memiliki perbedaan metode kerja, ABK kapal jaring dan kapal cumi membutuhkan sejumlah keterampilan dasar yang serupa.

Pertama, calon ABK perlu memiliki kondisi fisik yang memadai untuk menjalankan tugas sesuai persyaratan pekerjaan. Aktivitas di kapal dapat melibatkan berdiri dalam waktu lama, memindahkan peralatan, serta bekerja di lingkungan yang bergerak.

Kedua, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama sangat penting. Operasi penangkapan membutuhkan koordinasi antarkru agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai instruksi dan prosedur keselamatan.

Ketiga, calon ABK harus memahami dasar keselamatan kerja di kapal. Penggunaan alat pelindung diri, kewaspadaan terhadap tali dan mesin yang bergerak, serta kepatuhan terhadap instruksi merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.

Keempat, kesiapan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional juga perlu diperhatikan. Kemampuan mengikuti arahan, menjaga komunikasi, dan menghormati perbedaan budaya dapat membantu proses penyesuaian selama bekerja bersama awak kapal dari berbagai negara.

Calon ABK juga perlu memastikan bahwa dokumen, sertifikat, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan yang dipersyaratkan telah dipenuhi sesuai posisi dan ketentuan yang berlaku.

5. Mana yang Lebih Cocok untuk Calon ABK?

Tidak ada satu jenis kapal yang otomatis lebih cocok untuk semua calon ABK. Pilihan sebaiknya didasarkan pada persyaratan pekerjaan, pengalaman, kesiapan fisik, kemampuan beradaptasi, dan jenis tugas yang ingin dipelajari.

Calon ABK yang ingin memahami pekerjaan dengan sistem jaring dapat mempelajari karakteristik operasi penangkapan menggunakan jaring, termasuk pengelolaan tali dan peralatan terkait. Sementara itu, calon ABK yang tertarik pada penangkapan cumi dapat mempelajari penggunaan alat pancing khusus, sistem pencahayaan jika diterapkan, dan pola operasi kapal tersebut.

Sebelum menerima tawaran kerja, pastikan Anda memahami posisi yang ditawarkan, tanggung jawab harian, jadwal kerja, durasi kontrak, fasilitas, serta ketentuan keselamatan. Jangan menganggap semua kapal dengan jenis yang sama memiliki sistem kerja dan pembagian tugas yang identik.

Persiapkan Karier ABK Bersama PT RNT Utama Indonesia

Memahami perbedaan kapal jaring dan kapal cumi merupakan langkah awal bagi calon ABK untuk mengenali pekerjaan yang akan dijalankan di kapal perikanan internasional. Pengetahuan tentang metode penangkapan, peralatan, tanggung jawab kerja, dan keselamatan membantu calon awak kapal mempersiapkan diri dengan lebih baik.

PT RNT Utama Indonesia mendukung proses rekrutmen dan penempatan awak kapal Indonesia untuk peluang kerja di pasar internasional. Calon ABK perlu mengikuti informasi rekrutmen resmi, memenuhi persyaratan posisi yang tersedia, dan memahami ketentuan kerja sebelum mengambil keputusan.

Ingin mengetahui peluang bekerja di kapal jaring atau kapal cumi? Ikuti informasi resmi PT RNT Utama Indonesia dan persiapkan kualifikasi Anda sesuai kebutuhan posisi. Memahami pekerjaan sejak awal akan membantu Anda melangkah dengan lebih siap, disiplin, dan profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

logo RNT (4)

PT RNT Utama Indonesia

Head Office

(Fishing, Merchant, and Cruise Vessel)

@2025 Copyright PT RNT Utama Indonesia | Web Design by Lafasy Digital