Sayangnya, sebagian calon ABK terlalu fokus pada informasi gaji dan keinginan untuk segera berangkat. Akibatnya, persiapan dokumen, pemahaman kontrak, kesiapan fisik, dan pemeriksaan legalitas proses rekrutmen justru terabaikan.
Agar proses pendaftaran berjalan lebih terarah, ada beberapa kesalahan calon ABK sebelum mendaftar kerja di kapal yang sebaiknya dihindari. Persiapan yang baik tidak hanya membantu calon crew mengikuti seleksi, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan secara lebih aman dan realistis.
1. Hanya Berfokus pada Gaji tanpa Memahami Pekerjaan
Gaji merupakan salah satu pertimbangan penting ketika memilih pekerjaan. Namun, calon ABK sebaiknya tidak menjadikan nominal gaji sebagai satu-satunya alasan untuk mendaftar.
Pekerjaan di kapal perikanan memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan pekerjaan di darat. ABK dapat terlibat dalam persiapan peralatan, kegiatan penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan, perawatan perlengkapan, kebersihan, serta penerapan prosedur keselamatan.
Jenis tugas tersebut bergantung pada jenis kapal, posisi, metode penangkapan, dan sistem kerja yang berlaku.
Sebelum mendaftar, pastikan Anda memahami:
-
Jenis kapal dan kegiatan operasionalnya.
-
Posisi serta tanggung jawab yang ditawarkan.
-
Durasi dan ketentuan kontrak kerja.
-
Sistem pembayaran gaji yang disepakati.
-
Jam kerja, waktu istirahat, dan fasilitas sesuai perjanjian.
-
Hak, kewajiban, serta ketentuan pemulangan.
Dengan memahami aspek tersebut, calon ABK dapat menilai apakah pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan dan kesiapan mereka.
2. Tidak Memeriksa Legalitas Perusahaan atau Agen Perekrutan
Kesalahan berikutnya adalah langsung percaya pada informasi lowongan tanpa memeriksa pihak yang menyelenggarakan rekrutmen.
Peluang kerja di kapal internasional perlu ditelusuri dengan cermat karena prosesnya dapat melibatkan perusahaan perekrutan, manning agency, operator kapal, maupun pemilik kapal di luar negeri.
Sebelum menyerahkan dokumen atau menyetujui penempatan, calon ABK sebaiknya memeriksa identitas perusahaan, alamat dan kontak resmi, kejelasan posisi yang ditawarkan, serta kewenangan pihak tersebut dalam proses perekrutan dan penempatan.
Jangan langsung percaya pada janji keberangkatan cepat atau penghasilan besar tanpa informasi yang dapat diverifikasi. Waspadai pula permintaan transfer uang ke rekening pribadi tanpa penjelasan tertulis dan dasar biaya yang jelas.
Pastikan informasi lowongan, pihak perekrut, dan ketentuan penempatan dapat diverifikasi sebelum mengambil keputusan.
3. Mengabaikan Persyaratan Dokumen
Dokumen merupakan bagian penting dalam proses pendaftaran dan penempatan ABK. Tidak menyiapkan dokumen sejak awal dapat memperlambat proses seleksi atau membuat calon crew belum memenuhi persyaratan administrasi.
Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung posisi, jenis kapal, negara tujuan, dan ketentuan penempatan. Karena itu, calon ABK perlu memastikan persyaratan terbaru langsung kepada pihak perekrut yang dapat diverifikasi.
Beberapa dokumen yang mungkin diperlukan antara lain:
-
Kartu Tanda Penduduk (KTP).
-
Kartu Keluarga (KK).
-
Akta kelahiran.
-
Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), jika dipersyaratkan.
-
Paspor dan dokumen perjalanan.
-
Sertifikat atau dokumen kepelautan yang relevan.
-
Dokumen pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan.
Jangan menunggu sampai jadwal keberangkatan semakin dekat untuk mengurus semuanya. Periksa masa berlaku dokumen dan pastikan data identitas sesuai pada setiap dokumen.
4. Tidak Mempersiapkan Kondisi Fisik dan Mental
Bekerja di kapal perikanan membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Aktivitas operasional, kondisi laut, jadwal kerja, serta kehidupan jauh dari keluarga dapat menjadi tantangan tersendiri.
Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap bahwa persiapan fisik baru diperlukan setelah dinyatakan lolos seleksi.
Calon ABK sebaiknya mulai membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga kebugaran secara bertahap, mengatur waktu istirahat, dan mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai persyaratan penempatan.
Kesiapan mental juga penting. Calon crew perlu memahami bahwa kehidupan di kapal menuntut disiplin, kemampuan beradaptasi, kerja sama, dan kepatuhan terhadap instruksi serta prosedur keselamatan.
Persiapan ini bukan berarti seseorang harus memiliki kondisi fisik yang sama dengan orang lain, melainkan memastikan dirinya memenuhi persyaratan kesehatan dan mampu menjalankan tugas sesuai posisi yang ditawarkan.
5. Tidak Memahami Isi Kontrak Kerja
Sebagian calon ABK terlalu bersemangat mengejar kesempatan kerja hingga kurang teliti membaca kontrak. Padahal, kontrak merupakan dokumen penting yang menjelaskan ketentuan hubungan kerja antara para pihak.
Sebelum menyetujui penempatan, calon ABK perlu memahami durasi kontrak, jabatan, tugas, gaji, sistem pembayaran, waktu kerja dan istirahat, fasilitas, serta ketentuan berakhirnya hubungan kerja.
Perhatikan juga ketentuan mengenai asuransi atau perlindungan yang berlaku, penyelesaian perselisihan, dan proses repatriasi atau pemulangan setelah kontrak berakhir.
Jika ada istilah yang tidak dipahami, mintalah penjelasan sebelum menandatangani dokumen. Jangan mengandalkan janji lisan apabila ketentuan penting belum tercantum atau belum jelas dalam perjanjian.
Memahami kontrak sejak awal membantu calon ABK mengetahui hak dan kewajibannya sebelum bekerja di kapal internasional.
6. Tidak Mencari Tahu Jenis Kapal dan Lingkungan Kerja
Tidak semua kapal perikanan memiliki sistem operasi dan kebutuhan crew yang sama. Kapal jaring, kapal cumi, dan jenis kapal perikanan lainnya dapat menggunakan peralatan, metode penangkapan, serta pembagian tugas yang berbeda.
Kesalahan calon ABK adalah mendaftar tanpa mencari tahu jenis kapal yang ditawarkan dan seperti apa pekerjaan yang akan dilakukan.
Sebelum mendaftar, cari informasi mengenai:
-
Jenis kapal dan metode penangkapan ikan.
-
Posisi yang dibutuhkan.
-
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan.
-
Gambaran aktivitas operasional sehari-hari.
-
Bahasa komunikasi dan komposisi crew, jika informasinya tersedia.
-
Kondisi kerja dan fasilitas yang dijelaskan dalam penempatan.
Pengetahuan dasar tersebut membantu calon ABK membangun ekspektasi yang realistis. Dengan demikian, mereka tidak hanya siap berangkat, tetapi juga lebih memahami lingkungan kerja yang akan dihadapi.
7. Mengabaikan Keselamatan Kerja
Keselamatan merupakan aspek penting dalam pekerjaan maritim. Aktivitas di deck, penggunaan peralatan, kondisi cuaca, dan pergerakan kapal dapat menimbulkan risiko apabila prosedur tidak dipatuhi.
Calon ABK sebaiknya tidak menganggap bahwa keselamatan hanya menjadi tanggung jawab nakhoda atau perwira.
Sebelum berangkat, pelajari dasar-dasar keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur keadaan darurat, dan pentingnya mengikuti safety briefing. Persyaratan pelatihan atau sertifikasi keselamatan harus disesuaikan dengan posisi dan ketentuan penempatan.
Ketika sudah bekerja di kapal, ABK perlu mengikuti instruksi, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai pekerjaan, serta melaporkan kondisi berbahaya kepada pihak yang bertanggung jawab.
Sikap disiplin terhadap keselamatan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menjaga keselamatan seluruh crew.
8. Tidak Jujur saat Proses Seleksi
Kejujuran merupakan bagian penting dalam proses rekrutmen ABK. Memberikan informasi yang tidak sesuai mengenai pengalaman kerja, kemampuan, kondisi kesehatan yang relevan dengan persyaratan, atau dokumen yang dimiliki dapat menimbulkan masalah pada tahap seleksi maupun setelah penempatan.
Jika belum memiliki pengalaman bekerja di kapal, sampaikan kondisi tersebut dengan jujur. Jangan mengaku memiliki sertifikat atau keterampilan yang sebenarnya belum dimiliki.
Calon ABK juga perlu memastikan seluruh dokumen yang diserahkan merupakan dokumen yang sah dan sesuai dengan identitas pribadi.
Lebih baik mengetahui kekurangan sejak proses seleksi sehingga dapat memperbaikinya daripada mengambil risiko akibat informasi yang tidak benar.
9. Kurang Disiplin dan Tidak Mengikuti Informasi Resmi
Proses rekrutmen dapat melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokumen, seleksi, pemeriksaan kesehatan, pembekalan, hingga koordinasi keberangkatan sesuai kebutuhan penempatan.
Calon ABK yang tidak disiplin mengikuti jadwal atau mengabaikan instruksi dapat mengalami keterlambatan dalam proses tersebut.
Untuk menghindarinya, lakukan beberapa hal berikut:
-
Simpan informasi lowongan dan kontak resmi perekrut.
-
Catat jadwal seleksi serta dokumen yang harus dibawa.
-
Periksa pesan atau pengumuman dari pihak perekrut secara berkala.
-
Hadir sesuai jadwal dan ikuti instruksi yang diberikan.
-
Tanyakan informasi yang belum jelas melalui saluran komunikasi resmi.
Jangan menganggap bahwa setelah mendaftar, keberangkatan pasti segera dilakukan. Proses selanjutnya bergantung pada hasil seleksi, kelengkapan persyaratan, dan kebutuhan penempatan.
10. Terburu-buru Ingin Berangkat tanpa Mempertimbangkan Kesiapan
Keinginan untuk segera bekerja memang dapat menjadi motivasi yang baik. Namun, keputusan untuk bekerja di kapal internasional sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru.
Calon ABK perlu mempertimbangkan kesiapan dokumen, kesehatan, kemampuan menjalankan tugas, pemahaman kontrak, serta kondisi keluarga yang akan ditinggalkan selama masa kerja.
Jika ada informasi yang belum jelas, mintalah penjelasan terlebih dahulu. Jangan merasa harus menyetujui semua ketentuan hanya karena takut kehilangan kesempatan.
Kesempatan kerja yang baik perlu diimbangi dengan persiapan yang matang. Dengan memahami pekerjaan dan ketentuan penempatan, calon ABK dapat membuat keputusan yang lebih bertanggung jawab.
PT RNT Utama Indonesia Mendukung Proses Persiapan dan Penempatan ABK
Persiapan sebelum mendaftar merupakan langkah awal untuk membangun karier sebagai awak kapal perikanan internasional. Calon ABK perlu memahami persyaratan, menjaga kondisi fisik, mempersiapkan dokumen, serta mengikuti proses seleksi dengan jujur dan disiplin.
PT RNT Utama Indonesia mendukung proses recruitment dan placement ABK melalui tahapan seleksi, persiapan administrasi, pembekalan, koordinasi keberangkatan, dan penempatan sesuai kebutuhan mitra.
Bagi calon crew, penting untuk mengikuti informasi rekrutmen dari saluran resmi dan memahami ketentuan pekerjaan sebelum mengambil keputusan. Dengan persiapan yang tepat, calon ABK dapat mengikuti proses rekrutmen secara lebih terarah dan membangun kesiapan untuk bekerja di lingkungan maritim internasional.
Ingin Mendaftar Kerja sebagai ABK Kapal Internasional?
Jangan hanya fokus pada gaji dan jadwal keberangkatan. Pastikan Anda memahami persyaratan, memeriksa informasi perekrutan, menyiapkan dokumen, menjaga kesehatan, serta membaca kontrak dengan teliti.
Daftarkan diri Anda melalui PT RNT Utama Indonesia dan pantau terus informasi lowongan ABK terbaru. Persiapkan diri dengan baik agar lebih siap mengikuti proses seleksi dan membangun karier di kapal perikanan internasional.






