Apa Saja Tugas ABK di Kapal Perikanan Internasional? Kenali Tanggung Jawabnya di Atas Kapal

Apa Saja Tugas ABK di Kapal Perikanan Internasional? Kenali Tanggung Jawabnya di Atas Kapal

Banyak orang mengenal ABK (Anak Buah Kapal) sebagai orang yang bekerja membantu operasional kapal. Namun, ketika berbicara tentang ABK kapal perikanan internasional, tanggung jawabnya jauh lebih beragam. Pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan menangkap ikan, tetapi juga mencakup persiapan peralatan, fishing operation, penanganan hasil tangkapan, maintenance, kebersihan, hingga keselamatan kerja.

Tugas setiap ABK dapat berbeda tergantung pada jenis kapal, metode penangkapan ikan, posisi atau jabatan, sistem kerja perusahaan, serta instruksi nakhoda dan perwira kapal. Karena itu, calon ABK perlu memahami gambaran pekerjaan di atas kapal sebelum memutuskan untuk bekerja di industri perikanan internasional.

Tugas ABK Kapal Perikanan Secara Umum

Secara sederhana, pekerjaan ABK dapat mencakup beberapa aktivitas utama:

Persiapan kapal → fishing operation → penanganan hasil tangkapan → maintenance → cleaning → safety → kerja sama tim.

Setiap aktivitas memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan kapal berjalan dengan aman dan efektif.

Berikut beberapa tugas awak kapal perikanan yang perlu diketahui calon ABK.

1. Deck Crew dan Aktivitas di Area Deck

Salah satu bagian pekerjaan ABK berkaitan dengan aktivitas di area deck kapal. Deck merupakan area yang banyak digunakan untuk berbagai kegiatan operasional, termasuk persiapan peralatan dan kegiatan penangkapan ikan.

Tugas deck crew dapat meliputi:

  • Membantu menyiapkan peralatan kerja di deck.
  • Memeriksa kondisi perlengkapan sesuai tugas.
  • Membantu menangani tali, jaring, dan peralatan lainnya.
  • Membantu aktivitas penangkapan ikan.
  • Menjaga area kerja tetap rapi dan aman.
  • Membantu kegiatan bongkar atau pemindahan barang sesuai penugasan.
  • Mengikuti instruksi dari perwira atau nakhoda.

Pekerjaan di deck membutuhkan kehati-hatian karena terdapat berbagai peralatan dan aktivitas yang dapat menimbulkan risiko apabila tidak dilakukan sesuai prosedur.

2. Terlibat dalam Fishing Operation

Inilah salah satu aktivitas utama pada kapal perikanan. Namun, bentuk pekerjaannya tidak selalu sama karena setiap kapal dapat menggunakan metode penangkapan yang berbeda.

Pada kapal jaring, misalnya, ABK dapat membantu persiapan jaring, pengoperasian dan penarikan alat tangkap, menangani hasil tangkapan, serta merapikan kembali peralatan setelah operasi.

Sementara pada kapal cumi, ABK dapat terlibat dalam persiapan alat tangkap, mendukung proses penangkapan, menangani hasil tangkapan, serta membantu penataan dan penyimpanan hasil sesuai prosedur kapal.

Karena itu, calon ABK sebaiknya mengetahui jenis kapal dan metode fishing operation yang akan dijalankan sebelum berangkat.

3. Menangani dan Menyimpan Hasil Tangkapan

Setelah proses penangkapan, pekerjaan ABK belum selesai. Crew juga dapat terlibat dalam proses penanganan hasil tangkapan.

Tugasnya dapat mencakup:

  • Memindahkan hasil tangkapan dari area operasi.
  • Membantu proses pemilahan atau sortasi.
  • Menjaga kebersihan area penanganan.
  • Membantu penataan hasil tangkapan.
  • Membantu penyimpanan sesuai prosedur kapal.
  • Menjaga agar proses penanganan dilakukan dengan tertib.

Penanganan hasil tangkapan menjadi bagian penting dalam operasi kapal perikanan karena hasil tangkapan perlu ditangani dan disimpan sesuai sistem yang diterapkan di kapal.

4. Maintenance dan Perawatan Peralatan

Selain pekerjaan saat kapal beroperasi, maintenance juga menjadi bagian dari aktivitas ABK.

Crew dapat membantu menjaga kondisi peralatan dan area kerja melalui kegiatan seperti:

  • Membersihkan peralatan setelah digunakan.
  • Melakukan pemeriksaan visual terhadap perlengkapan.
  • Merawat jaring, tali, dan peralatan deck.
  • Membantu pekerjaan perawatan sederhana sesuai kompetensi.
  • Menjaga peralatan agar tetap siap digunakan.
  • Melaporkan kerusakan atau kondisi tidak normal kepada pihak yang bertanggung jawab.

Namun, pekerjaan teknis tertentu tetap harus dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai posisi. ABK harus mengetahui batas tanggung jawabnya dan tidak melakukan pekerjaan di luar kemampuan atau instruksi yang diberikan.

5. Cleaning dan Menjaga Kebersihan Kapal

Jangan menganggap pekerjaan ABK hanya berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan. Kebersihan kapal juga merupakan bagian dari tanggung jawab crew.

Area kerja, deck, peralatan fishing, dan area penanganan hasil tangkapan perlu dijaga kebersihannya sesuai prosedur kapal.

Kebersihan penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertata, membantu mengurangi risiko kecelakaan, serta mendukung proses penanganan hasil tangkapan.

Karena itu, calon ABK harus siap melakukan pekerjaan yang bersifat operasional maupun pekerjaan pendukung selama berada di kapal.

6. Menjalankan Prosedur Safety

Keselamatan kerja ABK kapal ikan merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Lingkungan kerja di laut memiliki kondisi yang berbeda dengan pekerjaan di darat, sehingga setiap crew harus memahami prosedur keselamatan yang berlaku di kapal.

Beberapa tanggung jawab ABK terkait safety antara lain:

  • Menggunakan PPE atau APD sesuai pekerjaan.
  • Mengikuti safety briefing.
  • Memahami prosedur keadaan darurat.
  • Mengetahui lokasi perlengkapan keselamatan.
  • Mengikuti instruksi nakhoda dan perwira.
  • Melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan.
  • Tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun crew lainnya.

Keselamatan bukan hanya tanggung jawab nakhoda atau perwira. Setiap ABK memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

7. Mengikuti Jadwal dan Disiplin Kerja di Kapal

Bekerja sebagai ABK berarti menjadi bagian dari sistem kerja yang teratur. Crew harus mengikuti jadwal kerja, pembagian tugas, dan aturan yang berlaku di kapal.

Disiplin menjadi penting karena satu pekerjaan dapat berhubungan dengan pekerjaan crew lainnya. Keterlambatan atau kelalaian seseorang dapat memengaruhi operasional tim.

ABK juga harus mampu mengikuti chain of command, menerima instruksi dengan baik, serta berkomunikasi ketika menghadapi masalah dalam pekerjaan.

8. Bekerja Sama dengan Crew dari Berbagai Negara

Pada kapal perikanan internasional, ABK Indonesia dapat bekerja bersama crew dari negara lain. Kondisi ini membutuhkan kemampuan beradaptasi dan komunikasi yang baik.

Perbedaan bahasa, kebiasaan, cara berkomunikasi, dan pola kerja dapat menjadi bagian dari pengalaman bekerja di kapal internasional.

Karena itu, selain keterampilan teknis, ABK perlu memiliki:

  • Kemampuan komunikasi dasar.
  • Sikap profesional.
  • Kemauan belajar.
  • Kemampuan bekerja dalam tim.
  • Disiplin.
  • Adaptasi terhadap lingkungan kerja baru.
  • Sikap saling menghormati.

Kemampuan tersebut dapat membantu ABK menjalankan pekerjaan dengan lebih baik dalam lingkungan kapal yang multinasional.

Apakah Semua ABK Memiliki Tugas yang Sama?

Tidak.

Tugas ABK kapal perikanan dapat berbeda berdasarkan posisi, jenis kapal, metode penangkapan, pengalaman, sistem kerja perusahaan, wilayah operasi, dan instruksi dari pihak yang berwenang di atas kapal.

Karena itu, calon ABK sebaiknya tidak hanya mengetahui berapa gaji ABK kapal ikan, tetapi juga memahami job description, durasi kontrak, jenis kapal, sistem kerja, tanggung jawab, serta ketentuan penempatan sebelum berangkat.

Pemahaman tersebut membantu calon ABK mempersiapkan diri secara lebih realistis terhadap pekerjaan yang akan dijalankan.

PT RNT Utama Indonesia Mendukung Persiapan dan Penempatan ABK

Menjadi ABK kapal perikanan internasional membutuhkan lebih dari sekadar keberanian untuk bekerja jauh dari rumah. Calon crew perlu memiliki kesiapan fisik, disiplin, kemampuan bekerja dalam tim, pemahaman keselamatan, serta kesiapan mengikuti sistem kerja di kapal.

PT RNT Utama Indonesia mendukung proses recruitment dan placement ABK melalui tahapan seleksi, persiapan administrasi, pembekalan, koordinasi keberangkatan, hingga penempatan sesuai kebutuhan mitra.

Bagi calon ABK, memahami tugas sejak sebelum keberangkatan merupakan langkah penting untuk membangun kesiapan kerja dan profesionalisme di atas kapal.

Siap Bekerja sebagai ABK Kapal Perikanan Internasional?

Jangan hanya mempersiapkan dokumen keberangkatan. Kenali juga tugas ABK kapal perikanan, tanggung jawab di deck, fishing operation, maintenance, cleaning, safety, dan kerja sama dengan crew.

Jika Anda ingin membangun karier sebagai awak kapal perikanan internasional, daftarkan diri Anda melalui PT RNT Utama Indonesia dan pantau terus informasi lowongan ABK terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

logo RNT (4)

PT RNT Utama Indonesia

Head Office

(Fishing, Merchant, and Cruise Vessel)

@2025 Copyright PT RNT Utama Indonesia | Web Design by Lafasy Digital